Melaney Ricardo beberapa waktu lalu menjalani operasi pengangkatan rahim karena menderita adenomiosis.
Beruntung, kondisinya cepat pulih setelah operasi dilakukan dan istri Tyson Lynch sudah kembali aktif di dunia hiburan dengan mengisi acara televisi.
Meski kembali bekerja, Melaney mengaku dirinya tetap menghindari pekerjaan dengan mobilitas tinggi karena masih dalam masa pemulihan.
“Aku menghindari pekerjaan-pekerjaan yang terlalu banyak mobilitas soalnya dokter bilang seharusnya dua minggu (istirahat),” ungkap Melaney ditemui di Studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (6/2).
Berbicara kembali soal proses operasi, ibu dua orang anak ini mengaku saat di meja operasi dirinya menyadari banyak hal yang selama ini abai ia syukuri.
Salah satunya adalah bersyukur bisa tetap hidup dan makan makanan yang enak.
“Ini buat aku sadar bahwa hal yang penting dalam hidup ya sebetulnya bukan tas mahal, bukan pencapaian, bukan mobil lo yang bawa lo kemana-mana, tapi in the end of the day the most wonderful blessing yang harus disyukuri adalah bisa makan enak, bisa bernafas, no pain,” tuturnya.
Sementara soal dukungan sang suami, Melaney mengatakan Tyson adalah sosok yang suportif. Pria berkepala plontos itu selalu mendukungnya untuk melakukan yang terbaik.
“Dia men-support aku. Apa pun yang terbaik dan dia bilang ‘Saya amaze sama keberanian kamu’,” tutupnya.
SORONG, NEWS KAMLAS —Kementerian Dalam Negeri lakukan monitoring evaluasi (monev) serta asistensi realisasi APBD Provinsi Papua Barat Daya (PBD). Hal itu diwujudkan dengan mengirimkan langsung tim ke Sorong pada Jumat (3/2/2023).
“Monev sebagai upaya percepatan realisasi APBD sejak awal tahun,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Agus Fatoni melalui siaran pers yang diterima, Senin (6/2/2023).
Fatoni menilai, percepatan realisasi APBD sejak awal tahun sangat penting dan dapat dilakukan dengan melaksanakan kegiatan serta anggaran dari awal tahun.
Kegiatan yang dilaksanakan sejak awal tahun dinilai akan membuat uang beredar di masyarakat, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan meningkatkan daya beli masyatakat. Selain itu, pelaksanaan kegiatan sejak awal tahun berarti pembangunan lebih cepat dimulai.
“Sehingga kinerja pemerintah dan pembangunan daerah akan lebih dirasakan dampaknya oleh masyarakat serta sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dan negara di tengah-tengah masyarakat,” jelas Fatoni
Masih dijelaskan Fatoni, kegiatan yang dilaksanakan awal tahun, perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan publik pun bisa dilaksanakan sejak awal tahun. Berikutnya, daya saing daerah akan meningkat dan akan menarik investor.
“Semua itu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan monev dan asistensi ini dilaksanakan di Kota Sorong mengingat realisasi APBD Kota Sorong tergolong tergolong rendah. Realisasi pendapatan Kota Sorong Tahun 2022 diketahui sebesar 85,15 persen atau sebesar Rp1,1 triliun. Sementara realisasi belanja Kota Sorong Tahun 2022 sebesar 81,18 persen atau sebesar Rp923,15 miliar.
Dalam kesempatan yang sama, Fatoni menyampaikan sejumlah solusi dan strategi percepatan relisasi APBD tahun anggaran 2023, di antaranya melakukan pengadaan dini. Di mulai Agustus tahun sebelumnya setelah nota kesepakatan KUA-PPAS ditandatangani kepala daerah dan pimpinan DPRD.
Selanjutnya, melakukan percepatan petunjuk teknis (juknis) Dana Alokasi Khusus (DAK) dari kementerian/lembaga. Ketiga, percepatan belanja melalui e-katalog, e-katalog lokal, toko daring serta penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD).
Juga penetapan pejabat pengelola keuangan dan pejabat pengadaan barang/jasa tanpa menggunakan tahun anggaran. Percepatan pelaksanaan DED pada awal tahun diikuti dengan pelaksanaan pekerjaan fisik. Pembayaran tagihan pihak ketiga berdasarkan termin sesuai dengan kemajuan kegiatan.
Peningkatan kapasitas aparatur pengelola keuangan daerah dan pengelola barang/jasa Pembentukan tim monitoring dan evaluasi, baik di pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota melaksanakan rapat secara periodik. Pemberian reward dan punishment terhadap realisasi serapan anggaran. Percepatan penyelesaian administrasi dan laporan pertanggungjawaban kegiatan.
“Melakukan penyederhanaan bentuk kontrak dan bukti pertanggungjawaban pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan tetap mempedomani peraturan perundang-undangan. Kemudian, mendorong peran APIP dalam melakukan reviu terhadap dokumen perencanaan dan keuangan. Terakhir, meminta pendampingan dan asistensi APH dan Korsupgah KPK,” pungkas Fatoni.
Turut hadir pada kegiatan monve antara lain, Kasubdit Dana Otsus Ditjen Bina Keuangan Daerah, Kasubdit Dana Alokasi Khusus (DAK) Ditjen Bina Keuangan Daerah, dan Tim Teknis SIPD Ditjen Bina Keuangan Daerah. Selanjutnya, hadir pula Pj. Wali Kota Sorong, Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kepala Bagian dan Camat se-Kota Sorong. (*)
The post Kemendagri melakukan monev dan asistensi realisasi APBD Papua Barat Daya appeared first on #Newskamlas
News Kamlas. Samuel Hutabarat, ayah Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, merasa terkejut dengan sikap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Seperti diketahui, nyawa Brigadir J hilang di tangan Ferdy Sambo dan komplotannya, termasuk sang istri.
Tentu kejadian ini membuat kelaurga Brigadir J merasa sangat terkejut. Hal itu lantaran mereka tidak menyangka bahwa nyawa sang anak direnggut oleh orang yang dekat dan sudah dianggap seperti orang tua sendiri oleh Brigadir J.
Saat pulang ke Jambi, Brigadir J kerap menceritakan sikap baik dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
“Di tahun-tahun lalu terakhir dia ke sini dia cerita, ibu sama bapak, ibu Putri sama Ferdy Sambo baik ke dia, keduanya itu beliau itu sudah menganggap anak kita,” ungkap Samuel Hutabarat kepada InsertLive.
“Almarhum kayak anak sendiri begitu, itulah yang kami dengar dari almarhum,” sambungnya.
Oleh karena pengakuan dari Brigadir J tersebut, pihak keluarga merasa terkejut dan heran mengapa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tega menghabisi nyawa sang anak.
“Sesudah kejadian ini kami terketjut, ada apa?,” katanya bingung.
Pada kesempatan itu, Samuel juga merasakan firasat yang aneh pada hari Jumat keramat tewasnya Brigadir J.
Samuel yang saat itu tengah berziarah ke makam keluarga mengaku diserang merinding sepanjang hari.
“Kami waktu itu di kampung halaman bapak saya, di daerah Tapanuli Utara. Memang waktu sore itu kami udah merasakan firasat-firasat,” kata Samuel Hutabarat .
“Saya sendiri punya firasat itu saat mau berziarah ke makam kakek saya. Badan saya ini semuanya merinding, beberapa kali saya ziarah nggak pernah begitu,” sambungnya.
Ayah Brigadir J/ Foto: Insertlive
Awalnya Samuel hanya mengira perasaan merinding dan lemas yang ia rasakan hanya karena kelelahan. Namun, ia akhirnya sadar bahwa hal tersebut adalah firasat kepergian anaknya.